Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

Rara Tetap Bahagia

Memilih hidup merantau dan memulai dari nol bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Memilih untuk berjuang dan mandiri bukanlah hal remeh dan kecil. Inilah jejak kami. Memulai dengan langkah kecil dan berharap menghasilkan sebuah jarak.

Begitu juga dengan merawat anak. Sebagai orang awam, kami banyak sekali belajar. Bahkan terkadang belajar dari kesalahan kami sendiri.

Kami memulai dengan keberanian dan kemantapan hati, bahwa anak kami juga ikut berjuang bersama. Kami hidup dengan sederhana dan sewajarnya seorang anak muda yang baru mulai bekerja. Rara ikut menikmati hidup bersama kami. Dia tersenyum ketika bangun tidur di rumah yang kami sewa. Dia bahagia meski sederhana. Rara bahagia karena mencintai ayah dan ibu. Rara dan ayah adalah cinta Ibu. 

Rara dan Ibu. Ibu baru pulang kerja.

Asmara Pramidita Sugiarto

Melahirkan adalah saat paling ajaib dalam hidupku. Saat yang paling nikmat dalam penantian. Saat yang paling luar biasa. Saat yang membuatku tersadar bahwa seorang ibu benar-benar bertaruh nyawa.

Engkaulah Asmara Pramidita Sugiarto, putri pertamaku. Seorang Rara (anak perempuan) cerdas yang mencintai Tuhannya. 


Kamis, 17 Desember 2015

Ayam Goreng dan Semut

Malam itu mataku terbuka. Ah, sudah pukul 02.30. Lapar sekali rasanya.

Kuraba perutku, Alhamdulillah tendangannya semakin terasa.

Alamak, baru kusadari rupanya aku tertidur di depan televisi dan giliran semut-semut di televisilah yang menonton aku. Program televisi telah usai karena sudah terlalu larut. Aku baru ingat kalau sebelum tidur aku merasa lelah sekali, badanku sangat lemas. Aku pun meminta suami untuk memasakan sesuatu untukku. Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi.

Di sebelahku, dia tengah tertidur pulas di atas lembaran karpet yang ditumpuk bedcover.  Kasur di depan televisi memang hanya cukup untuk menampung satu orang. Aku berjalan menuju meja makan, di sana sudah terhidang ayam goreng yang sudah dikerumuti semut.


Malam itu juga aku mengusir semut-semut dari piring saji. Aku harus tetap makan. Bukan hanya dengan alasan lapar.

Kamis, 05 November 2015

Mother-Land


*Bersih-bersih sarang laba-laba di blog dulu ya*
Alhamdulillah sungguh nikmat tak terkira ketika Allah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menjadi calon orang tua. Hari ini usia kandungan saya sudah 14 minggu. “Alhamdulillah” adalah ungkapan yang selalu kami upayakan untuk terlontar dari bibir kami atas apa pun yang aku rasakan selama kehamilan. Kalau para sesepuh bilang, “Iki gawan bayi, nek muntah mriyang puyeng yo wajar.”

Benar kata orang, ketika seseorang (akan) mempunyai anak maka hidupnya pun akan berubah. Begitu pun saya, mulai dari cara berpikir sampai pada perilaku yang sudah tidak seperti dulu, bahwa: seorang ibu tidak akan berpikir untuk dirinya saja.

Yeah, baru kali ini saya merasa jatuh cinta pada makhluk Allah jauh sebelum saya bertemu dengannya. Baru kali ini saya merindukan seseorang yang saya belum pernah mendengar cerita tentang sosoknya. Baru kali ini saya tak lagi bersabar untuk ‘mengisinya’, menyiapkannya menjadi sosok yang jauh lebih baik dari diri saya sendiri.

Baiklah, dan sampai ia lahir di dunia saya harus berpisah dengan mie sedap kari dan es coffeemix. Namun, saya jalani ini sungguh dengan suka cita.

Jumat, 21 Agustus 2015

Menikah

Berawal pada 17 Agustus 2014. Sebuah perkenalan yang dilakukan setelah melaksanakan upacara kemerdekaan rupanya berujung pada janji suci.

Alhamdulillah setelah melewati proses empat bulan setelah khitbah akhirnya kami pun menikah. Bahagia sekali karena Insya Allah akan mendapat kebahagiaan dunia-akhirat dengan orang yang saya cintai.

1. Seserahan/Malam Midodareni




2. Ijab









3. Resepsi






Terima kasih kepada:
Orang tuaku dan keluargaku, bapak-ibu mertua serta keluarga Kudus, para sahabat, dan suamiku.

Kamis, 02 April 2015

Marry Your Daughter


Sir, I'm a bit nervous
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I'm hoping that I...
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
 
Brian McKnight - Marry Your Daughter

Link source : https://www.youtube.com/watch?v=J1L08pAATEc#t=165

Senin, 30 Maret 2015

Misteri Jodoh



Sampai saat ini aku masih yakin bahwa jodoh adalah pilihan. Pilihan atas rida Tuhan. Meskipun sampai saat ini aku belum bisa mendefinisikan secara tepat tentang jodoh, aku percaya bahwa jodoh adalah orang yang tepat. Maksudnya, tepat dari berbagai hal, 
termasuk bertemu pada waktu yang tepat. 


Jumat, 21 November 2014

Cinta Orang Dewasa


Jatuh cinta dan menikah adalah dua hal yang berbeda tapi tidak dapat dipisahkan. Bagi anak SMP, cinta adalah pura-pura izin ke kamar kecil waktu pelajaran, padahal cuma ingin lewat di depan kelasnya. Bagi anak SMA, cinta mungkin sekadar antar-jemput kosan dan sekolah. Bagi anak kuliahan cinta mungkin sekadar menonton bioskop bersama. Atau, kata novel remaja, cinta adalah perasaan yang bisa membuat kamu deg-degan waktu melihatnya. Cinta orang dewasa adalah bagaimana cara menyatukan dua keluarga. Itulah bagian dari tujuan menikah.

Pendekatan psikologis dibutuhkan untuk mempelajari karakter dan kepribadian si calon. Sedangkan, pendekatan sosio-kultural yang seharusnya digunakan untuk mempelajari kebiasaan keluarga dan lingkungan sekitar si calon. Hal-hal itu harus dilaksanakan dengan metode yang benar. Jangan sampai kita menggeneralisasikan secara sepihak karakter sebuah keluarga berdasarkan konklusi yang prematur. Di situlah kita harus melakukan persuasif yang benar. Tentu usaha itu harus disesuaikan dengan keadaan sosio-kultural sang objek.

Idealisme yang dulu ingin mendapatkan pasangan yang sempurna entah mengapa begitu bergeser. Mungkin ini sebuah penyadaran diri bahwa: kadang kita merasa bahwa diri ini adalah sosok yang sempurna. Pergeseran itu mengarah pada tindakan untuk menemukan orang yang mampu menerima ketidaksempurnaan kita. Saya mungkin tidak pernah terlalu bersusah-susah mencari pekerjaan, juga tak perlu bersusah-susah mencari uang, tak perlu juga bersusah-susah untuk bertahan hidup. Namun, kenyamanan itulah yang yang tidak boleh membuat kita silau pada diri kita sendiri. 

Senin, 08 September 2014

Konsep Cinta (3)


Aku tersenyum kepadanya kala itu. “Mas, tak pernah aku ungkapkan apa yang aku rasakan, mungkin selama ini kamu merasa bahwa aku sangat cuek, terkesan tidak peduli. Namun, percayalah jauh di dalam lubuk hatiku tersimpan kekaguman untukmu. Itulah, kekaguman dan cinta selalu datang beriringan meskipun terkadang keduanya tak bisa bersatu seperti air dan minyak. Dan kau masih saja menyebutkku dengan sebutan ‘Mbak’ dengan alasan penghormatan untukku. Awalnya aku merasa bahwa itu hal yang berlebihann, tapi justru di situlah istimewamu. Mas, bukankah cinta antara manusia harus senantiasa memelihara kepribadian orang yang dicintainya? tidak memaksanya menjadi seperti kita. Menurut Quraish Shihab, cinta pada manusia bermula dari pengenalan, lalu timbul penghormatan, kemudian timbul tanggung jawab, lalu muncul kesetiaan, dan tanpa hal-hal tersebut bukanlah cinta: bukan cinta bila tak mengenal, bukan cinta bila tak saling menghormati, bukan cinta bila tak bertanggung jawab, serta bukanlah cinta bila tak setia. Puncak cinta antarsesama manusia dinamai oleh Al Quran dengan sebutan : Mawaddah. Mawaddah adalah kosongnya jiwa dari segala yang buruk sehingga betapa pun buruk yang dicintai, hati tidak akan melihat keburukannya sehingga yang buruk terlihat menjadi kebaikan dan itu yang harus diperjuangkan bagi mereka yang menjalin cinta kasih.”

Senin, 25 Agustus 2014

Konsep Cinta (2)


“Bolehkah aku sedikit bercerita padamu, mungkin nanti juga ada pertanyaan yang ingin aku ajukan,” tanya dia.

“Tentu, dengan senang hati.”

Dia tersenyum lalu menatapku bersahaja. “Bagaimana pendapatmu tentang jodoh dan cinta? Lebih spesifik, akan aku jelaskan dengan contoh, apakah kamu percaya bahwa landasan dalam menjalin rumah tangga adalah komitmen bukan cinta? Sebenarnya beberapa saat yang lalu aku sempat mendapat nasihat dari seorang senior yang intinya bila kamu akan berumah tangga, carilah istri yang bisa diajak hidup bersama, di sana aku tidak menemukan kata cinta sama sekali, entahlah. Justru ini yang ingin aku bicarakan kepadamu, benarkah cinta itu bisa tumbuh seiring dengan perjalanan waktu karena terbiasa bersama?”

Dia menarik napas. Aku membalasnya dengan senyum, aku masih terdiam karena aku yakin ada lagi yang akan dia katakan.

“Sesungguhnya ada yang membuat aku gusar, ketika aku mengamini pernyataan aku tadi, justru muncul pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara mengenal calon istri atau suami manakala landasan berumah tangga bukanlah cinta, bisakah kamu memberikan pendapatmu?”

“Baiklah, kamu yang baik dan santun. Bukankah agama sudah mengatur segala sesuatu untuk manusia. Bilamana kamu mencari istri, kamu bisa memilihnya dengan empat pertimbangan yakni agama, keturunan, harta, dan rupa; aku juga tak menemukan kata cinta di sini. Namun, seperti yang pernah kamu katakan bahwa cinta itu tak ilmiah. Hal ini kontradiktif dengan pendapat Descartes yang mana sesuatu yang ilmiah selalu bermula dari kesangsian metodis, justru cinta bermula dari keyakinan. Sebelum aku menarik simpulan, mari ingat-ingat kembali cerita tentang Socrates dan Plato, menurutmu mereka cinta adalah sebuah kenihilan sedangkan jodoh adalah sebuah pilihan. Cinta diciptakan dari ego dan angan-angan tentang kesempurnaan yang diciptakan manusia. Justru simpulan yang dapat aku tarik, seungguhnya konsep cinta sejati yakni bila kita mencintai segala sesuatu karena Tuhan, bilamana cinta tak tercipta hanya sebatas ucapan selamat tidur, lebih dari itu cinta adalah tanggung jawab dan mau hidup bersama, tentu sesuai dengan penjelasan aku tadi.”

Sabtu, 22 Maret 2014

Untuk Engkau: Kisah Tentang Perempuan Venus dan Lelaki Mars




Engkau yang jauh di Kota Tua.
Gambar tersebut aku ambil dari facebook tatkala mereka mengikuti kontes untuk mendapatkan tiket liburan gratis di Bali. 
Namanya Surahmat, ia seorang sahabat yang telah membuktikan bahwa Venus mampu bersatu dengan Mars. Seorang laki-laki yang menggunakan celana sobek-sobek lalu menikahi seorang perempuan bergamis lebar. Laki-laki yang suka “men-siuit” perempuan seksi yang lewat ternyata menikah dengan seorang ustazah.

Kesinkronan Mars dan Venus bisa terjadi berkat harmonisasi yang terjalin sebab perjalanan dan perjuangan yang panjang dan tidak mudah. 

Laki-Laki Mars dan Perempuan Venus, tahukah kau?
Ini tidak melulu soal Surahmat dan Rosi. Kisah Mars dan Venus rupanya masih menjadi mitos percintaan terhebat di bumi ini. 

Kamis, 20 Maret 2014

Love and Life


Hal yang seringkali terlupa oleh seseorang ketika dia memutuskan untuk move on adalah let go. Rupanya move on saja tidak cukup untuk melupakan seseorang dan membuatmu berbahagia, apalagi ketika kamu tak mencoba untuk let go atau berani memulai cinta yang baru. Hello… Indonesia terdiri atas 200 juta orang dan kamu masih mengharapkan dia? (Rhonald) ~ From Indonesian Lawak Club.

Kalau kita belajar dari Kahlil Gibran, alasan terkuat ketika kamu memutuskan untuk mundur, bukan sebab dia tak mencintai kamu tapi karena kamu menyadari betul dia akan lebih berbahagia dengan orang lain. Bisa jadi pula, orang yang benar-benar mencintai kamu adalah dia yang tak pernah menyatakan cintanya padamu sebab ia takut akan ada jarak antara kamu dan dia. Dia akan memilih untuk menjadi sahabatmu yang bisa menemanimu selamanya. Padahal, dialah sebenarnya cintamu yang tak pernah kausadari. Cinta bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan sebab cinta adalah anugerah. ~ From Indonesian Lawak Club.


Kalau menurutku, ketika kamu menghitung cintamu padanya, apa saja yang telah kamu berikan padanya, dan seberapa besar pengorbananmu, artinya kamu tak benar-benar mencintainya. Bila cinta adalah anugerah maka buahnya adalah keikhlasan. Sedangkan keikhlasan tak akan pernah kau sadari, termasuk yang kamu katakan sebagai: pengorbanan.