Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perempuan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Maret 2014

Untuk Engkau: Kisah Tentang Perempuan Venus dan Lelaki Mars




Engkau yang jauh di Kota Tua.
Gambar tersebut aku ambil dari facebook tatkala mereka mengikuti kontes untuk mendapatkan tiket liburan gratis di Bali. 
Namanya Surahmat, ia seorang sahabat yang telah membuktikan bahwa Venus mampu bersatu dengan Mars. Seorang laki-laki yang menggunakan celana sobek-sobek lalu menikahi seorang perempuan bergamis lebar. Laki-laki yang suka “men-siuit” perempuan seksi yang lewat ternyata menikah dengan seorang ustazah.

Kesinkronan Mars dan Venus bisa terjadi berkat harmonisasi yang terjalin sebab perjalanan dan perjuangan yang panjang dan tidak mudah. 

Laki-Laki Mars dan Perempuan Venus, tahukah kau?
Ini tidak melulu soal Surahmat dan Rosi. Kisah Mars dan Venus rupanya masih menjadi mitos percintaan terhebat di bumi ini. 

Selasa, 01 Januari 2013

Apakah Guru Adalah Pekerjaan Paling Ideal bagi Perempuan?

Sumber
 Prof. Tri Marhaeni seorang guru besar sosiologi gender dari Universitas Negeri Semarang tak pernah menginginkan dirinya untuk menjadi guru, apalagi masuk Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Ia menjadi mahasiswa IKIP Semarang karena sang orang tua yang memaksanya agar menjadi seorang guru. Ia heran mengapa kakak-kakak lelakinya diperbolehkan masuk universitas dan bebas memilih profesi yang diminati, sedangkan dirinya tidak?
Pada dasarnya setiap perempuan memiliki hak untuk memilih dan beraktualisasi diri. Seiring dengan perkembangan pendidikan bagi perempuan maka mereka pun punya kewenangan. Perempuan sudah bisa maju dengan kemampuan dan wawasannya. Bahkan ia membutuhkan tempat untuk mengambangkan potensinya.
Pandangan masyarakat saat ini masih sangat stereotip terhadap profesi seorang perempuan. Bahwa perempuan hanya pantas melakukan kegiatan 3 M yaitu; masak, macak, dan manak. Jika ada sedikit kelonggaran maka profesi yang paling ideal bagi seorang perempuan adalah guru. Alasannya masih cukup klise, guru memiliki banyak waktu untuk keluarga. Sesempit itukah?

Rabu, 13 Juli 2011

Kau Puisi

Pernah dengar lagunya Bondan Prakoso Feat Fade 2 Black yang judulnya Kau Puisi?
Kalo belum tau cekidot syairnya yaa. . .

Yo baby kau sosok yang punyai arti
Kau Puisi ketika datang sepi
Saat nikmati indah sunset pantai kuta
Hadirmu jadi pelengkapku di tata surya
Aku butuh dunia.. dan kau
sebagai pendamping ketika ku rasakan galau
Aku butuh cinta.. dan kau
adalah tema saatku rasakan galau

Kau ada untuk melengkapi diriku
Kau tercipta untuk menutupi kekuranganku
L. O. V. E. yang membuatku bisa bertahan
Seperti rumput yang tak kan tumbang oleh topan
Emosi, perasaan, jaminan rasa aman
Kau sanggup taklukan hati dengan sebuah senyuman
Aku berdiri karna kau hadir di sisi
Your my everything baby..
kau takkan pernah terganti..


Kaulah belahan hatiku
yang terangi aku
dengan cintamu
Kau hangatkan jiwaku
dan slimuti aku
dengan kasihmu

Ku coba gapai apa yang kau ingin
Saat ku terjatuh sakit kau adalah aspirin
Coba menuntunmu agar ada di dalam track
Kau catatan terindah di dalam teks
Dan aku mengerti apa yang kau mau,
hargai dirimu, menjadi imammu
Karna kau diciptakan dari tulang rusukku
selain itu karna kau bagian dariku.


Dan dirimu damaikan..
hatiku.. yeah..
Dan artimu..
tak akan.. berakhir..

Kenapa aku bisa suka banget sama lagu ini? sebenarnya karena syairnya bagus, selain itu aku suka banget dengan kata "puisi" yang ada di lirik lagu manapun.
Menurutku puisi adalah karya sastra yang paling indah dan sakral, apabila seseorang sudah menganggap orang lain sebagai puisi maka ia adalah yang teristimewa.
Bagi orang lain, mungkin hal ini bukan hal yang istimewa bahkan tak penting tapi bagiku puisi adalah benda yangsangat istimewa.
Ketika seseorang bergelut dengan keyboard, pena, layar atau kertas untuk mencurahkan gagasannya maka seluruh jiwa ada pada semua yang ia tuangkan. Puisi adalah buah dari segala keindahan pikiran. Bukankah tak ada yang lebih indah dari diri manusia selain akal dan pikirannya?

Alasan lain karena dalam lagu itu ada syair:
Dan aku mengerti apa yang kau mau,
hargai dirimu, menjadi imammu
Karna kau diciptakan dari tulang rusukku
selain itu karna kau bagian dariku.

Seseorang yang sudah menganggap yang teristimewa adalah bagian dari dirinya maka keistimewaan itu akan abadi.
Cinta adalah bagian dari kehidupan dan perempuan adalah tulang rusuk lelaki yang bengkok.
Sesuatu yang bengkok jika akan diluruskan tak usah dipaksa karena ia bisa patah. Seperti perempuan yang begitu rapuh dan sukar ditebak Percayalah bahwa tulang rusukmu  akan kembali, takkan hilang dan takkan tertukar :)


Rabu, 06 Juli 2011

Sempurna



“Kau tak perlu menjadi sempurna karena memang tak ada yang sempurna. Hanya senyumanmu yang kubutuhkan, yang manis.”
Lebih kurang begitulah syair lagu dari Slank.
“Sempurna” sebuah kata yang diagungkan terutama ketika kita mencari cinta.
Dulu sempat berpikir seperti itu, bahwa aku harus mencari cinta yang sempurna tapi aku sempat melupakan sebuah hal bahwa tak ada insan yang sempurna. Aku pun bukan perempuan yang sempurna, bagaimana bisa aku menemukan kaum Adam yang sempurna beserta cintanya yang juga sempurna?
Hati ini tergetar ketika membaca tulisan Asma Nadia dalam buku “Sakinah Bersamamu”

“Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna. Ini memang bukan kisah cinta sempurna. Tetapi kisah dua anak manusia yang belajar menyempurnakan cinta. Belajar memberi, menerima, dan memperbarui cinta hingga mereka menutup mata.”

Ingatlah, jika kau mencari kesempurnaan maka nihil yang akan kau dapatkan. Jika hidup kita terasa tak indah maka tugas kita adalah membuat hidup kita menjadi indah. Bahagia itu datang dari diri sendiri bukan dari keadaan. Jadikan bahagia sebagai alasan hidup kita.

Cinta memang tak sempurna dan kitalah yang akan menyempurnakan cinta itu. Memberi dan menerima dengan sepenuh hati adalah cerminan dari rasa cinta. Kecantikan seorang perempuan akan semakin bersinar ketika ia mengerti arti mengasihi dan menyempurnakan hidupnya yang tak sempurna.

Hanya ingin sakinah bersamamu. Sebab tanpamu tak ada janji suci bagiku. Jadilah yang setia dalam ketidaksempurnaan.

Semarang, 060711

Sabtu, 26 Februari 2011

Ainun ; Seorang Perempuan yang Diimpikan dan Dikagumi


Setelah berkutat dengan pikirian “diimpikan” dan “dikagumi”, akhirnya aku menemukan sosok perempuan yang pantas dinobatkan sebagai perempuan yang diimpikan dan dikagumi, dia adalah Hasri Ainun Habibie.
Petikan tulisan Ainun pada buku A. Makmur Makka hal.386.
“Mengapa saya tidak bekerja? Bukankah saya dokter? Memang. Dan sangat mungkin saya bekerja waktu itu. Namun saya pikir: buat apa uang tambahan dan kepuasan batin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan kepada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya ketambahan uang dan kepuasan profesional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya? Anak saya tidak akan mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu.”
Setelah dua anak Habibie-Ainun sudah mulai besar, Ainun kembali bekerja sebagai seorang dokter. Tiba-tiba Thareq, putra keduanya jatuh sakit. Ainun mengalami kebimbangan yang luar biasa, dia harus merawat orang lain yang sakit tapi ia tak dapat merawat buah hatinya sendiri.
Petikan tulisan Ainun pada buku A. Makmur Makka hal.387.
“Thareq lahir pada waktu kami di Hamburg. Anak-anak tumbuh dengan cepat. Musim pun berganti : pakaian anak harus diperbarui tiap musim. Mereka harus sekolah. Keluarga bertambah. Biaya asuransi meningkat, timbul kebutuhan baru: membeli rumah kami tidak tahu berapa lama kami harus terus merantau.
Setelah Thareq agak besar, sudah berumur 4 tahun saya memberanikan diri bekerja. Memang terasa suatu keputusan tersendiri. Saya profesional. Saya mandiri. Penghasilan pun lebih dari cukup : hampir mengimbangi penghasilan suami. Saya bisa membantu suami membeli tanah dan rumah di Kakerbeck. Juga di desa. Juga jauh dari kota. Waktu berumur 6 tahun, Thareq sakit keras. Dan terasa ada suatu yang mengganjal, sehari-hari mengurusi anak orang lain padahal anak sendiri tidak terawat. Maka kembalilah saya pada falsafah hidup sewaktu di Oberforstbach : falsafah hidup mengutamakan anak dan keluarga daripada mencari kepuasan profesional dan penghasilan tinggi. Menyesalkah saya mengambil keputusan itu?menyesalkah saya berketetapan menjadi pecinta, istri, dan ibu?”
Ainun akhirnya berhenti bekerja, kemudian ia mengabdikan diri menjadi seorang perempuan sejati. Dia adalah sosok perempuan yang selalu tersenyum dengan damai walau ia lelah. Ia adalah seorang perempuan yang diimpikan karena memiliki hakikat sebagai seorang perempuan sejati. Dia adalah seorang perempuan yang dikagumi, dikagumi oleh suami, anak-anak, keluarga, dan orang-orang yang terinspirasi olehnya. Perempuan yang sangat cerdas, tetapi tidak memberati hobi dan profesionalismenya sebagai seorang lulusan Fakultas Kedokteran UI, tetapi lebih mengutamakan perannya sebagai seorang perempuan yang dikagumi dan diimpikan karena falsafah hidupnya.


Jumat, 08 Oktober 2010

Perempuan….


Ingin menjadi perempuan seperti apa?
Aku perempuan, dan apa kodratku?

Perempuan itu makhluk Tuhan yang paling seksi.

Perempuan itu indah,
Dia tak kuat, tapi juga tak lemah. Bila disakiti, air matanya mampu meluluhkan kebesaran laki-laki. Bila dipuji senyumnya mampu menyejukan hati.
Perempuan itu luar biasa,
Dengan mengajari ilmu pada seorang perempuan, maka pahalany sama saja mengajari 1 generasi.
Perempuan itu suci,
Dari rahimnya bisa tumbuh manusia yang kelak menjadi generasi penerus umat.
Perempuan itu unik,
Bahkan kadang ia tak tahu apa yang ia mau.
Perempuan itu sempurna dengan kodratnya, apa kodrat dari perempuan?
Mendampingi suami, mendidik anak dan mengabdikan diri untuk keluarga.
Lalu bagaimana dengan karier? “Bekerja dan mencari nafkah adalah tugas utama laki-laki.”
Dan apa yang seharusnya dilakukan perempuan?
Apakah hanya duduk manis menunggu laki-laki sambil memegang ulegan dan muka penuh arang? Apakah hanya bersolek di salon atau arisan dengan ibu-ibu yang lain?

Berikut ini analisisku tentang alasan logis cewe yang gak usah bekerja :
  1. Sebenarnya tidak apa2 sih kalau perempuan tidak bekerja, asal si laki-laki sanggup untuk menafkahi keluarga seorang diri dan berbakti kepada orang tua si cewe. Tapi berat gak tuh?
  2. Si cewe belum dapet kerjaan
  3. Alasan kesehatan
n
 Nah selain itu? Maybe bagaimana pun juga cewe juga harus bekerja, alasannya :
  1. Alasannya adalah untuk mengamalkan disiplin ilmu, sayang to kalo udah jadi sarjana tapi ilmunya gak dipake. Ya walaupun aku setuju dengan pernyataan “Tak ada ilmu yang sia-sia walaupun tidak bisa menjalankan disiplin ilmunya, tapi sebagai sarjana ia bisa menggunakan ilmunya untuk mendidik anaknya dengan baik” ehmmm… tapi coba kamu resapi, kayaknya sayang deh kalau kita tak pernah bisa cari uang sendiri.
  2. Pengin cari duit, duit dan duit. . .uang emang bukan segalanya tapi tanpa uang kita mati kelaparan. Hahaha. Yo minimal kita bisa bantu2 suami lah, dan gak usah minta duit untuk hal-hal yang kecil. Contohnya buat beli bedak aja, masa kita minta ma suami? Mending sih kalo lagi akur, lah kalo lagi berantem tiba-tiba ada bakul mie ayam lewat dan kita kelaperan, masa kudu minta duit dulu…..argghhhhh maluuuuuu
  3. Ingin berbakti pada orang tua, seperti yang udah aku katakan, orang tualah yang bisa membuat kita seperti ini, yo masa kalo kita udah berumah tangga lantas melupakan mereka, gak donk??? Trus kalo pengen “ngasih” ke ortu apa kita kudu minta dulu ama suami??? Ohhhh, tu kalo suaminya baik, lah kalo pelit??? 
  4. Pengen bersenang-senang, bisa beli HP sendiri, shopping ampe mabok, pake uang sendiri, mbolang kemana-mana, ngasih duit ke anak… wehhh  bahagia deh!!! 
  5. Tabungan masa depan, eh siapa tahu ada apa2 dengan si suami, kan setidaknya kita masih punya simpanan
  6. Meningkatkan harga diri, “diakui atau tidak, orang yang punya penghasilan terlihat lebih terhormat dan punya wewenang dan tidak mudah dipermainkan.”


      Wah… pasti setelah ini muncul pertanyaan, lantas kalau perempuan bekerja, siapa yang mengurus anak?
____kan ada pembantu____
Wkwkwk, gak gitu juga sih, perempuan juga kudu bisa bagi waktu antara karier dan keluarga. Ingat, tugas pembantu hanya membantu, jangan biarkan anak menjadi anak pembantu atau bahkan lebih dekat dengan pembantu daripada kita.

Ingin menjadi wanita yang dikagumi karena kariernya yang gemilang tapi melalaikan kewajibannya atau wanita yang diimpikan karena memenuhi kodratnya???

081010
9.40