Selasa, 17 April 2012

Trip to Solo


13-15 April 2012

Terdampar di depan pangkalan ojek Terminal Tirtonadi, Solo.








Berpose di Universitas Sebelas Maret, yang penting ada bukti autentik, hehehe.













Gara-gara makan biskuat jadi sekuat macan, rawr.
Kalau gak salah ini di kebun binatang namanya Curug, dekat banget sama UNS, tempatnya luas, tapi sayang kurang terawat. Tiket masuknya 8 ribu perak. Pengunjung di sana rata-rata anak TK yang lagi liburan. Eladalah plesiran sama anak TK. Selain kebun binatang, ada juga monumen Pak Gesang (pengarang lagu Bengawan Solo). Andai aja pemerintah lebih memerhatikan serta merawat tempat ini, mungkin akan cukup berpotensi.










Makan siang di Warung Mbak Lis, recommended deh. Selain menawarkan makanan yang lezat tapi tempat ini juga banyak banget barang-barang antik khas Solo dan memang didesain "Solo" banget, harga makanannya pun terjangkau.



Ini dia yang namanya Selat. Aku juga gak begitu mudeng kenapa ini dinamakan "Selat" dan jadi makanan khas Solo, mungkin diserap dari bahasa asing yaitu "Salad" kali ya. Waktu itu aku pesan Selat Saos Galantin. Di dalamnya ada Galantin, mayonaise, kentang, telur rebus yang udah dicetak, dan lain-lain, silakan lihat difoto ya :p






 Then, welcome to Ngarsopuro. Ngarsopuro itu kaya pusat barang-barang kesenian di Solo. Kalau malam minggu tempat ini rame banget, hampir kaya Malioboro. Recommended buat para kolektor barang antik.


 Bersama Pak Gesang (lukisannya doang)






 Weekend yang sangat menyenangkan di Solo. Special Thank's to Mbak Tyas atas tumpangannya dan kesediaannya menjadi tour guide bagi saya si tukang galau. 

my step

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang



wanna be. . .


dengan beasiswa dari Allah :) 

Kamis, 05 April 2012

a moment to remember

Bergandengan tangan menyongsong masa depan
Kata adalah sebuah keajaiban. Tapi kalian sahabat. .
Aku kehilangan kata untuk mengungkapkan semua.
Bahkan kalian jauh lebih berharga dari sekadar kata-kata.
I can't say anything to share my feeling.
Bedugul, Bali. Mukanya masih original :D

Dance G'gaber, wuihhh fotonyaaa Asek banget!



G'Gaber in Action. 2006/2007 yang begitu berkesan



Terperangkap dalam kenistaan jurang remidi selama tiga tahun :(

Let's reach our bright future together

Gaberia in action at Curug Cipendok

Kopi Joss, 19 Februari 2007 

Wuihhh dancer pake sarung

Asli, najis abis lihat foto ini

Curug ngisor brug datar Ajibarang :D

Karaoke, dan seperti biasa Papito selalu berada di tengah ibu-ibu XD

Setelah lulus kita masih sering bersilaturakhim
Entah mengapa, selalu ada desir halus saat melihat potret kalian.
Setelah UM UGM dan tidak ada yang diterima :P

Widihh wajahnya masih sangat alami

Never ending friendship :)

Sumpeh gayanya djadoel abis, terutama si yayas, kaya empok2 ajah

Kita pun berkeliling Yogyakarta by Trans Jogja

24-25 Desember 2011 at Jogja, kapan lagi?

Temu kangen :*

Bersepeda keliling kampung

Di sinilah kita dipertemukan

Kimiaaaaaaaaa!!!

Saat pelepasan kelas XII

Jalan-jalan di Baturraden

Let's sing together

Gravity Gaberia

Di bawah payung kantin kita bercinta #eh

After Ied Fitri
We are dance together. Tertawa bersama. Kelelahan bersama. Tak Tak ada beban.














Potret Kebersamaan
















Belajar dan berjuang bersama.

















Mari melompat lebih tinggi
















Meski sering ada perselisihan dan perdebatan, sungguh persahabatan kita seperti jeruk. Kadang manis, kadang pula asam. Tapi di situlah kenikmatannya :)












Kita seringkali merayakan kebahagiaan dan kesedihan bersama.
















Berpelukan dan bergandengan tangan dalam satu cita.

















Kekonyolan menjadi bumbu yang lezat dalam setiap kebersamaan.














Dibanding derasnya air terjun, rinduku pada sahabat, mungkin dapat melampauinya.















Kita seringkali membicarakan kekurangan masing-masing, saling menghina dan meledek. Aneh. Tapi mengasyikan.











Jadilah hilir bagiku yang aetia menampung segala keluh kesahku sahabat














Jauh di mata dekat di hati
















Selalu tersenyum ketika mengingat semua
















Masih kah kalian ingat ketika kita membuat film, berlatih dance, nongkrong sampai larut malam, bahkan mencari bocoran bersama? Seringkali kebodohan-kebodohan menjadi momen terindah untuk diingat.


















Kata orang kita banci foto. Apa kata dunia ketika si anak lihat foto-foto kita ya? Haha
















Waktu itu, Di Jogja. . .Kapan lagi ya?
















Dapatkah masing-masing meluangkan waktu untuk bersama?

















Untuk hanya sekadar say hello, dan bertanya Sehatkah kalian? atau saling berjabat tangan.















Mungkin kita tak akan mengalami momen-momen seperti ini lagi














SMA N 2 Purwokerto, what an amazing school, unforgettable.
Tempat aku menemukan jati diri, persahabatan, cita, dan cinta.















KIMIA, BIOLOGI, FISIKA, MATEMATIKA, apakah kita anak IPA yang tersesat?













Finally Graduate :)















Baturraden :D
















Selalu saja berkaraoke hahaha















Masih ingatkah gravity yang kita buat bersama?

















Di bawah payung ini kita menghabiskan waktu bersama. Minggat bersama, makan soto bersama. Bahkan cuma modal sendok aja bisa kenyang hehehe.



















Sahabat. . .

















Finally one of us is getting married

Finally, Mbak Yosnia menikah, piala bergilir pun diserahkan :D
Nama kalian akan selalu ada di hatiku,

Annisa Hema Izati
Rahayuningtyas Permana Astri
Yosnia Qorina Zamza
Sari Purwoningtyas
Chindy Putri Riandini

Selamat menjalani kehidupan masing-masing, meraih cita dan cinta sejati, love you all coz Allah.

Rabu, 04 April 2012

What a Wonderful March

Bulan Maret benar-benar menjadi bulan yang sangat berat untukku. Ketika Tuhan sangat menyayangi kita, aku yakin Dia tak akan menurunkan level cobaan untuk kita tapi Dia akan menguatkan pundak kita agar kita mampu memikul beban itu. Ya, Tuhan selalu menginginkan kita agar kita berkembang. Tuhan tak akan tinggal diam di kala kita sangat membutuhkan-Nya. Dia selalu ada di mana pun.  Percayalah, kau tak pernah sendirian. Tuhan tak akan memberikan cobaan yang melampaui kemampuan hamba-Nya. Tuhan tak pernah tidur.

Bulan Maret. Kala perjuanganku demi memperoleh gelar Sarjana Pendidikan mulai diuji Tuhan. Ketika kedewasaanku dalam menghadapi kehidupan ini benar-benar ingin dibuktikan. Maret kala itu aku kehilangan cinta yang baru saja aku rajut dengan benang yang coba aku tumbuhkan dari hatiku. Maret kala itu aku juga belajar tentang banyak hal; perjuangan hidup, kesabaran, keikhlasan, pengabdian hamba pada Tuhan-Nya, dan kekuatan doa orang tua.

Waktu itu bermula dari sidang skripsi yang membuatku trauma untuk menulis cerita anak. Aku tak berbakat! Mungkin karena aku tak memiliki bekal tentang pendidikan Sekolah Dasar. Ya sudahlah. Bulan Maret ini, selain kehilangan cinta, aku juga kehilangan kesempatan menjadi wisudawan terbaik beserta predikat cumlaude yang aku idam-idamkan. But. . .so far so good, aku masih menikmati hidupku. Justru ketika aku jatuh terpuruk banyak sekali dukungan-dukungan datang menghampiriku, banyak sekali doa-doa yang menyertaiku. Terutama orang tua.

I wanna be a better person.
Akhirnya namaku ada di laman statistik wisudawan

Aku sudah tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa



Saat-saat bersama teman seperti ini, mungkin akan sangat aku rindukan


Dan, mimpiku selanjutnya. . . .


Selasa, 28 Februari 2012

Harta dari Orang Tua



Aku adalah orang kaya, aku punya harta yang melimpah dari orang tuaku, mereka membekaliku ilmu untuk meraih masa depan yang gemilang.

Nduk, Papah dan Mamah bukanlah orang kaya, dulu kami pun tidak berasal dari keluarga yang kaya, dan kami  hanyalah pegawai negeri biasa. Maafkan kami jika suatu saat kami tidak bisa memberikanmu rumah ketika kamu menikah, kami juga tak bisa memberikanmu tanah warisan, bahkan kami tak bisa memenuhi satu per satu keinginanmu. Namun, percayalah Papah dan Mamah tak akan merasa bahwa uang kami habis untuk membiayai sekolah kalian, mungkin kami akan berpikir 1000 kali untuk memberikanmu uang guna membeli boneka tapi tidak ketika kau memintanya untuk membeli buku pelajaran, dan kami pun akan sangat bahagia dan bangga ketika melihat anak-anak kami bersemangat untuk belajar. Kami percaya, jika harta bisa habis, tapi ilmu tidak, apalagi jika ilmu itu bermanfaat. Kami pun yakin,  memberi pancing atau jala pada nelayan jauh lebih efektif dari pada terus memberikan ikan pada mereka.

Nduk, Papah dan Mamah yakin, dengan bekal yang kamu punya, kamu akan meraih cita-citamu. Percayalah, setiap selesai salat, kami selalu mendoakanmu agar diberi kemudahan dan kelancaran. Tuntutlah ilmu dengan penuh kesungguhan karena tidak ada bekal lain yang dapat kami berikan selain ilmu yang dapat kau manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Kekayaan sejati yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya bukanlah materi berlimpah untuk menyongsong masa depan, melainkan bekal ilmu yang dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.


Semarang, 28 Februari 2012.

Senin, 27 Februari 2012

One of My Dreams Comes True



“Bermimpi” adalah sesuatu yang sangat indah bagiku. Ketika aku menginginkan sesuatu, aku minta saja pada Allah, dan ketika waktu berjalan tanpa kusadari perlahan Allah telah memeluk mimpiku. Seperti hari ini. Tadi pagi aku menulis di salah satu akun jejaring sosialku dan mengatakan bahwa “Aku ingin sekali membuat sebuah komunitas penggalangan buku bagi sekolah-sekolah yang kekurangan, kalau komunitasnya sudah besar maka akan merambah ke anak jalanan.” Subhanallah, entah karena banyak teman yang membaca lalu meng-amiini atau bagaimana, dalam beberapa jam tiba-tiba seseorang dari UGM mengirimiku surat elektronik yang berisi proposal dan pamflet “Buku untuk Mereka”. 

Sebenarnya cerita bermula dari beberapa bulan yang lalu saat adik tingkatku menanyakan padaku cara membuat taman baca. Rupanya ia sudah lama menjadi relawan bimbingan belajar gratis di Dukuh Mbangkong, sebuah perkampungan belakang kampusku. Rata-rata dari orang tua anak-anak tersebut bekerja sebagai cleaning service dan pemulung. Adik tingkatku berinisiatif membuat taman baca di sana demi mendukung pendidikan anak-anak sekolah yang rata-rata tidak memiliki buku teks mata pelajaran. Aku memberikan saran agar dia menulis di blog, facebook, dan surat pembaca di berbagai media untuk menggalang bantuan, kemudian dia menerima saran yang kuberikan.

Beberapa minggu kemudian, aku mendapat SMS dari seseorang bernama Farah, ia merintis sebuah gerakan peduli sosial yaitu Younguth (http://www.Younguth.tumblr.com) dan berencana akan mengadakan penggalangan buku bagi sekolah atau daerah yang membutuhkan. Kebetulan Farah melihat artikel Tanjungmas Butuh Buku yang aku buat beberapa bulan yang lalu, namun aku menyarankan agar bantuan dialihkan saja ke Dukuh Mbangkong karena bantuan yang mengalir ke Tanjungmas sudah cukup banyak. Farah pun menyetujuinya. Karena berbagai pertimbangan, akhirnya Dukuh Mbangkong tidak dijadikan sasaran utama dari pihak Younguth, mereka  memilih sekolah Master (Masjid Terminal) di Depok sebagai sasaran utama. Sekolah MasTer merupakan sekolah bagi anak-anak jalanan dan para pengamen, sudah lebih dari 2000 anak mendapatkan ijazah formal dari sekolah tersebut. Jika dana sumbangan berlebih, baru akan disalurkan ke Dukuh Mbangkong. Setelah memelajari proposalnya, tanpa pikir panjang aku pun segera menyebarkan informasi tersebut melalui Twitter, Facebook, BBM dan blog. Subhanallah baru beberapa jam, teman-teman pun merespon dengan baik.

Saat ini aku tersadar, rencana Allah memang jauh lebih indah daripada rencana manusia. Bahkan Allah mengabulkan mimpiku dalam waktu sekejap, tak hanya menggalang buku bagi sekolah yang kekurangan tapi juga bagi anak jalanan, one of my dreams really comes true. Seperti yang pernah aku baca bahwa Allah akan selalu mengabulkan keinginan hamba-Nya, namun dengan tiga jalan yakni langsung mengabulkan, menundanya di saat yang lebih baik, dan menggantinya dengan yang lebih baik. Betapa Maha Baik Tuhan kita. Point yang saya dapat yaitu jangan pernah takut untuk bermimpi, kita hanya perlu meminta kepada Allah dan berusaha kemudian tawakal. Yakin bahwa mimpi kita akan tercapai adalah bagian dari iman. Kita yakin bahwa Allah akan memeluk mimpi kita berarti kita yakin dan percaya sepenuhnya atas kuasa Allah, Subhanallah.

Janganlah kita sia-siakan kesempatan baik yang datang pada kita. Memang, kesempatan itu datang tidak hanya sekali, tapi banyak kali, tinggal pandai-pandainya kita dalam memanfaatkan kesempatan terbaik yang datang pada diri kita. Kesempatan untuk menolong dan memberikan manfaat kepada sesama adalah sebuah peluang besar bagi kita untuk “berinvestasi” dunia-akhirat. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Takut jatuh miskin karena membantu? Sepanjang sejarah saya hidup, saya belum pernah menemukan berita bahwa orang jatuh miskin karena bersedekah, yang ada orang jatuh miskin karena berjudi, kata Bang Oma, HAAAARAAAAM! Hehehe.

Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, justru karena bersedekah kau akan menjadi “kaya”.

Sepertiga malam di Semarang.