Kamis, 12 Juli 2012

Lawak


What's your opinion???

Laki-laki Biasa yang Luar Biasa



Mungkin inilah yang dinamakan cobaan. Kemarin tanggal 8 Juli, kakakku baru saja kehilangan calon anaknya karena kakak iparku keguguran. Jika tangisku dapat kutukar dengan kembalinya ia calon keponakanku maka aku rela menangis semalaman, tapi apa dikata? Semua sudah suratan-Nya. Kami yakin inilah yang terbaik bagi kami, semoga kakak kami segera mendapat penggantinya.
Hati ini sungguh berdesir ketika kemarin sore aku mengunjungi kakak iparku. Kakakku dengan telatennya memijat kaki istrinya, memakaikannya kaus kaki, dan tak letih menghiburnya. Aku bangga dengan kakakku atas segala ketegarannya.
Kakakku memang orang yang biasa, bahkan jika kau mengenalnya, sungguh ia orang yang sangat-sangat biasa, tapi kau tahu, aku sudah menemukan sesuatu yang luar biasa darinya, bahkan jika kau tak melihatnya.
Coba kamu baca cerita ini, aku tulis dulu waktu tahun 2010 terinspirasi dari cerpen Asma Nadia.

Selasa, 03 Juli 2012

Mutiara yang Tenggelam


Source
Papua adalah mutiara yang tenggelam. Yah, tentu saja tak hanya Papua, bahkan baru saja aku menonton tayangan di TVRI yang menayangkan perjuangan guru-guru di Sulteng yang harus mengajar di sebuah sekolah reyot. Berapa gaji mereka per bulan? 350 ribu dan itu pun dibayar per triwulan. Sungguh nggak ada kata lain selain buset! Sekarang kita sudah tahu bagaimana kejamnya negeri ini.
Ada cerita singkat tentang perjuangan pegawai pertanian di Papua. Yah, rupanya kantor pertanian mereka ternyata digusur oleh pemerintah setempat karena lokasinya akan diubah menjadi pasar. Mereka pun bingung karena mereka juga bertempat tinggal di kantor itu. Akhirnya mereka terpaksa pindah ke rumah penduduk. Rumah itu pun tidak layak huni, bahkan lebih mirip tenda.
Kata salah seorang dari mereka, “Saya sangat senang ketika pergi ke Lampung, kenapa? Karena di sini saya bisa makan nasi. Sungguh harga beras di sana sangat tinggi. Sehari-hari kami hanya bisa makan sagu. Jika kami ingin makan nasi, akses ke tempat penjualnya sungguh sangat sulit, jika jalan kaki mungkin bisa memakan waktu berhari-hari. Alhasil kami bisa makan nasi sebulan sekali.”

Senin, 02 Juli 2012

Wanita yang Baik untuk Lelaki yang Baik


Berhubung aku lagi senang sekali menulis tentang orang-orang di sekitarku, baiklah kali ini aku akan menulis tentang kisah seorang sahabat yang menikah karena mendengar lantunan suara adzan, subhanallah. mungkin bagi orang-orang dekatku mereka sudah bosan mendengarkan cerita ini dariku, tapi tak apalah, baik juga bila aku share, siapa tahu kisah ini dapat menginspirasiku dan semua yang membaca catatan ini.
Namanya Arifatul Faizah tapi dia biasa dipanggil Ipah, dia adalah kakak tingkatku ketika aku kuliah S-1, selain itu kami juga berada dalam satu organisasi kelompok belajar karya ilmiah. Di organisasi itulah aku bertemu banyak sekali orang yang membuat hidupku lebih bermakna, salah satunya adalah Mbak Ipah. Yang aku tahu dia adalah seorang mahasiswa yang sangat cerdas, IPKnya selalu cumlaude, dia adalah kepala sekolah salah satu TPQ di Semarang. Rupanya dia tidak tinggal di kos-kosan biasa, dia tinggal di pondok pesantren, selain itu, subhanallah dia cantik sekali. Lalu soal prestasi gimana? Eits jangan salah, selain pernah lolos Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), PKMM nya (Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat) juga didanai Dikti, dia pernah mengembangkan makanan kecil “kurma” yang terbuat dari buah tomat, alhasil karena idenya itu dia dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sebuah desa (maklum aku lupa nama desanya, hihi), lalu yang paling spektakuler, dia mewakili Jawa Tengah untuk berlaga dalam kompetisi LKTA (Lomba Karya Tulis Al Quran) di Sumatera (lupa juga tepatnya dimana, eh nggak akurat banget si ini catatan).

We Are The Fantastic Four


Mungkin bukanlah tindakan yang bijak jika aku banyak menulis tentang orang lain tapi orang terdekatku tak pernah aku kisahkan. Baiklah, kali ini aku akan bercerita tentang salah satu keajaiban dalam hidupku. Ya, mereka adalah belahan jiwaku : kakak-adikku. Kami dilahirkan empat bersaudara dalam keluarga kecil dan sederhana. Kami memang bukan kakak-adik yang sempurna, dulu ketika kami masih kanak-kanak kami sering sekali bertengkar, sampai-sampai aku kabur dari rumah (tapi kabur ke rumah Mbah, percuma dong hahaha). Tapi kau tahu, justru memori-memori itulah yang membuat kita tersenyum penuh makna ketika mengingatnya.

Arine Astika
Mba Rin, begitulah kami memanggilnya. Sungguh tak ada satu orang pun yang pernah mengatakan bahwa aku lebih cantik dari kakak pertamaku ini. Dia memang cantik, kulitnya putih bersih, wajahnya imut sekali walau penampilannya sangat sederhana.
Hal yang istimewa dari mbakku yang satu ini adalah bagaimana ia dapat mengontrol sugestinya, bagaimana ia mampu bertahan dikala keadaan yang tak menentu, dan bagaimana ia mampu menangguhkan egonya hingga akhirnya memilih menjadi ibu rumah tangga biasa agar bisa fokus pada keluarga kecilnya. Dia adalah orang yang kehilangan separuh masa mudanya dan terpaksa menghabiskan tujuh tahun untuk menamatkan S-1. Bukan karena apa-apa tapi karena kesehatan yang kadang datang dan pergi  tak menentu. Dia divonis menderita endometriosis selama hampir tujuh tahun dan selama itu ia tak pernah pergi ke luar kota. Selain itu, hampir enam bulan sekali dia terpaksa masuk rumah sakit, vertigo, infeksi saluran kencing, infeksi saluran pernapasan, tifus dan apalagi sampai aku tak ingat. Dan itulah yang membuatnya sangat membenci obat-obatan kimia.

Minggu, 01 Juli 2012

Untuk Mugi :)


Nggak sengaja nemu catatan tahun 2010 (tanpa perubahan gaya bahasa)

Just for my roommate "Mugi Nurnguati" 

Ternyata aku kasih judul artikel ini Kisah Manusia dan Ingon-ingonnya (piss ^^)
 

Pada zaman dahulu, ada sebuah kos2an bernama pamulyo yang terdiri atas 14 perempuan cantik titisan dewi kwetiaw dan putri cap cay, 11 orang diantara mereka satu angkatan yaitu angkatan 2008 dan 7 diantaranya siswi SMA 2 Pwt.

Salah dua diantara mereka ada yang bernama Meina dan Mugi, bahkan kita pernah kumpul kebo selama 3 tahun (saya manusia dan dia kebo nya) hehe. Banyak sekali kejadian konyol yang kita alami bersama.

Kali ini edisi khususon aku persembahkan buat mugi nurnguati sarimin pergi ke pasar, buat bidadari2 lainnya ngantre ya....wkwkwk.

Waktu duduk di kelas X, aku dan mugi berada di kelas yang sama yaitu X-3, bahkan kita duduk sebangku. Udah sekamar, sebangku pula, leh apa nggak bosen? Ternyata nggak tuh, whaha. Aku dan mugi pernah diramal sama guru fisika kita yang bernama bu supat** bahwa suatu saat persahabatan kita akan renggang karena masalah cowo, ya rebutan cowo gitu deh, tapi nyatanya ampe sekarang adem ayem aje tu.