Malam ini harusnya aku mulai mencicil instrumen penelitianku karena “janji” akan selesai hari Sabtu karena Rabu harus ke Purwokerto, Kamis ke Bandung, Jumat ke Purwokerto, dan Sabtu harus sudah di Semarang lagi, tapi dasar Meina pasti ada saja yang dikerjakan, apa itu? Pulang kerja langsung tidur dan setelah itu nonton sinetron KW, acara dangdut cuma buat “ngece-ngece”, lalu pas sudah malam begini baru “ngeh”: tadi gue ngapain aja ya? -_-
Ya sudah, biarlah instrumen ini aku kerjakan esok pagi saja (semoga) karena kalau masih capek begini suka #GagalFokus hehe. “Ya Allah bangunkan aku pada sepertiga malam-Mu, berikanlah aku kekuatan untuk menyelesaikan studiku agar bertambah ilmuku untuk aku amalkan demi agama-Mu, aamiin.”
Sebenarnya aku mau cerita tentang pembelajaran tadi siang. Malam ini bahkan masih terbayang bagaimana kami tertawa bersama, rasanya (subhanallah) bahagia sekali. Menjadi guru adalah impianku and my dream comes true, alhamdulillah. Jadi tadi kami bercerita tentang hastag #GagalFokus. Kenapa tiba-tiba sampai pada topik bahasan itu? Sebenarnya ini hanya intermezzo saja agar anak-anak tidak bosan. Tatkala kami sedang membahas pesan kurikulum pada buku pelajaran dan evaluasi yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar, aku memulai dengan analogi #GagalFokus.