Jumat, 05 Juni 2015

Fana



Apalah arti seberapa tinggi tingkat pendidikan dan kekayaan bila kesehatan pun tak punya.
Apalah arti mobil semewah apa pun bila dokter lebih menyarankan berjalan kaki.
Apalah arti mampu membeli makanan enak bila dokter menyarankan lebih baik makan nasi dan mentimun.
Apalah arti jabatan yang tinggi bila orang yang mendekat hanyalah yang berkepentingan.

Lalu, apa bedanya dengan tukang jamu yang tiap harinya berjalan kaki?
Apa bedanya dengan tukang becak yang sehari-harinya tak bisa membeli lauk?
Apa bedanya dengan orang yang tinggal seorang diri?

Nikmat dunia sungguhlah fana.

Minggu, 24 Mei 2015

Malin Kundang


Sumber


Dua minggu yang lalu, saya diminta untuk menjadi juri lomba mendongeng bagi siswa SMA se-Kota Semarang. Peserta lomba hanya 16 siswa yang merupakan perwakilan dari sekolah masing-masing.  Mereka unjuk gigi dengan menyajikan dongeng nusantara sesuai pilihannya. Dari 16 peserta rupanya dongeng yang paling populer yakni dongeng Malin Kundang. Malin Kundang menjadi dongeng yang dipilih oleh empat siswa alias 25% dari jumlah peserta.

Menikmati dongeng yang sama yang disajikan oleh orang yang berbeda sungguh sangat mengasyikan. Kita bisa mengetahui kemampuan para siswa dalam berimprovisasi. Saya kira improvisasi dalam pertunjukan mendongeng itu justru menjadi salah satu daya tarik pertunjukan dongeng. Pendongeng bisa memberikan penegasan pada segmen-segmen tertentu dalam dongeng. Misalnya, pada dongeng Malin Kundang pendongeng bisa memberikan penegasan dengan memperagakan adegan si Malin yang sedang meminta restu ibu untuk merantau. Penegasan-penegasan itu bisa kita sebut sebagai bagian improvisasi yang bisa ‘mengaduk-aduk’ hati penikmat dongeng, dan akhirnya menjadi  identitas pertunjukan dongeng.

Itukah Surga?

Masih menjadi tanda tanya besar dibenak saya, “Saya telah dibesarkan oleh kedua orang tua saya. Namun, mengapa setelah saya menikah justru ketakziman saya yang pertama tidak diberikan pada kedua orang tua saya? Justru kepada suami, laki-laki asing yang bahkan baru saya kenal.”

Sumber

Jumat, 10 April 2015

Menjadi Guru Besar


Guru besar adalah sebuah puncak karier dan derajat tertinggi bagi seorang dosen. Apa lagi yang diharapkan seorang dosen, selain penghargaan atas keilmuan yang dimiliki. Waktu itu, Selasa, 24 Maret 2015 aku menghadiri pengukuhan guru besar kedua dosen pembimbingku. Prof Subyantoro sebagai profesor bidang psikolinguistik dan Prof Teguh Supriyanto sebagai profesor ilmu susastra. Hari itu adalah pengalaman pertamaku menghadiri pengukuhan guru besar. Dalam benakku kala itu, “hari ini pasti mengesankan”. Hal itu pun benar terjadi.

Agenda pengukuhan guru besar biasanya dirangkai mulai dari senat yang memasuki ruangan, pembacaan biodata calon guru besar, orasi ilmiah, penyampaian ucapan terima kasih, dan pelantikan oleh rektor. Bagian yang paling mengesankan bagiku justru penyampaian ucapan terima kasih.

Prof Teguh dan Prof Subyantoro adalah dua orang yang sangat berperan pada pencapaian karier dan akademikku. Semoga keberkahan selalu menyertai mereka.

Pros Subyantoro sudah aku anggap tidak sekadar guru bagiku tapi seperti seorang bapak, bahkan saya mengenal istri beliau dengan baik. Beliau adalah dosen pembimbing skripsi dan tesisku. Hampir semua pemikiranku terinspirasi oleh beliau. Menurutku beliau adalah orang yang sangat logis, tapi berhati lembut. Di balik penampilan beliau yang semi-militer, ya maklum sampai saat ini beliau masih menjadi pembina Resimen Mahasiswa di Unnes, beliau memiliki jiwa kebapakan yang sangat tinggi. Ah, subhanallah. Beliau pernah bercerita tentang kehidupannya, beliau adalah anak seorang TNI dan guru SD. Beginilah kutipan pidato guru besar beliau:

Kamis, 02 April 2015

Marry Your Daughter


Sir, I'm a bit nervous
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I'm hoping that I...
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
 
Brian McKnight - Marry Your Daughter

Link source : https://www.youtube.com/watch?v=J1L08pAATEc#t=165