Alhamdulillah....
Rabu, 06 Mei 2015
Jumat, 10 April 2015
Menjadi Guru Besar
Guru besar adalah sebuah puncak karier dan derajat tertinggi bagi
seorang dosen. Apa lagi yang diharapkan seorang dosen, selain penghargaan atas
keilmuan yang dimiliki. Waktu itu, Selasa, 24 Maret 2015 aku menghadiri
pengukuhan guru besar kedua dosen pembimbingku. Prof Subyantoro sebagai
profesor bidang psikolinguistik dan Prof Teguh Supriyanto sebagai profesor ilmu
susastra. Hari itu adalah pengalaman pertamaku menghadiri pengukuhan guru
besar. Dalam benakku kala itu, “hari ini pasti mengesankan”. Hal itu pun benar
terjadi.
Agenda pengukuhan guru besar biasanya dirangkai mulai dari senat yang
memasuki ruangan, pembacaan biodata calon guru besar, orasi ilmiah, penyampaian
ucapan terima kasih, dan pelantikan oleh rektor. Bagian yang paling mengesankan
bagiku justru penyampaian ucapan terima kasih.
Prof Teguh dan Prof Subyantoro adalah dua orang yang sangat berperan
pada pencapaian karier dan akademikku. Semoga keberkahan selalu menyertai
mereka.
Pros Subyantoro sudah aku anggap tidak sekadar guru bagiku tapi
seperti seorang bapak, bahkan saya mengenal istri beliau dengan baik. Beliau adalah
dosen pembimbing skripsi dan tesisku. Hampir semua pemikiranku terinspirasi
oleh beliau. Menurutku beliau adalah orang yang sangat logis, tapi berhati
lembut. Di balik penampilan beliau yang semi-militer, ya maklum sampai saat ini
beliau masih menjadi pembina Resimen Mahasiswa di Unnes, beliau memiliki jiwa
kebapakan yang sangat tinggi. Ah, subhanallah.
Beliau pernah bercerita tentang kehidupannya, beliau adalah anak seorang TNI
dan guru SD. Beginilah kutipan pidato guru besar beliau:
Kamis, 02 April 2015
Marry Your Daughter
Sir, I'm a bit nervous
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I'm hoping that I...
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I'm hoping that I...
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
Brian McKnight - Marry Your Daughter
Link source : https://www.youtube.com/watch?v=J1L08pAATEc#t=165
Senin, 30 Maret 2015
Misteri Jodoh
Sampai saat
ini aku masih yakin bahwa jodoh adalah pilihan. Pilihan atas rida Tuhan. Meskipun
sampai saat ini aku belum bisa mendefinisikan secara tepat tentang jodoh, aku
percaya bahwa jodoh adalah orang yang tepat. Maksudnya, tepat dari berbagai
hal,
termasuk bertemu pada waktu yang tepat.
Minggu, 22 Februari 2015
Perjalanan Spiritual
Saya pernah berkata pada teman dekat saya, “Bagaimana ya fenomena
orang yang mahir membaca Quran tapi maksiat tetap jalan?”
“Bukankah keterampilan beragama bisa jadi berbeda dengan pemahaman
ketuhanan?”
Kadang saya suka merenung.
“Apa sih hakikat hidup beragama?”
“Kok bisa ya ada orang yang
sangat baik, suka bersedekah, rajin salat tapi pemahaman tentang teori tentang agama sangat rendah.”
“Bagaimana ya kok ada orang
yang memiliki pemahaman teori tentang agama yang sangat baik, tahu hukum
ini-itu tapi perbuatannya banyak merugikan orang lain
Dan kita tak pernah tahu mana yang lebih
baik.
Pernah suatu kali saya berdiskusi dengan senior saya di tempat kerja. Kata
beliau mempelajari ilmu selain agama adalah mubah, yang wajib adalah ilmu agama
karena itulah yang akan menyelamatkan kita. Waktu itu saya tak memiliki cukup argumen
untuk menanggapi. Namun, bukankah Allah berjanji dalam Al Mujadalah-11 bahwa
Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu. Ya, apa pun ilmu itu, saya
yakin akan mendatangkan keberkahan selama dimanfaatkan untuk kebaikan.
Jumat, 20 Februari 2015
Kata Temanku
Kata temanku, tiap orang memiliki jatah rezeki
sendiri-sendiri. Ya, bukan berarti kita
tak punya upaya untuk menjemput rezeki kan?
Kalau sudah berupaya tapi belum juga dapat, berarti itu
bukan rezeki kita. Bisa jadi ‘bukan’,
bisa jadi ‘belum’.
Rezeki itu kan macam-macam, tidak hanya uang/kekayaan. Kata temanku,
kesehatan, persahabatan, kelancaran urusan, bahkan pasangan yang baik itu juga
rezeki loh, hanya saja jarang
disadari.
Rezeki itu tidak jatuh dari langit tapi dijemput dengan
usaha. Kalau Allah memudahkan jalan kita, itulah yang dinamakan rezeki yang
diridai Allah.
Kata temanku, tak usah iri pada rezeki yang didapat orang
lain. “Lha, aku kan lebih keren dari dia, kenapa dia yang dapat?” itulah
misteri. Bisa jadi yang dia dapat saat ini adalah “sebab”, bisa jadi pula “akibat”.
Misalnya, seseorang yang berbuat curang, tapi malah berhasil. “Bisa jadi
keberhasilannya adalah buah dari doa ibunya, atau berkah dia yang sudah
berbakti pada orang tuanya, atau bisa jadi dia ternyata rajin memberi sedekah
dan orang yang diberi sedekah kemudian mendoakannya.” Namun, ada juga
kemungkinan bahwa capaiannya saat ini (yang ia peroleh dengan berbuat curang) itu
adalah “sebab”; pada sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Bisa jadi,
kelak urusannya akan dipersulit Allah, dan sebagainya. Wallahua’lam.
Langganan:
Postingan (Atom)

