Jumat, 20 September 2013

Dear Tuhan



 Dear Tuhan.

Izinkan aku belajar pada-Mu. Kau yang Maha Memberi Teladan.

Ini masih pukul 20 tapi badanku sepertinya sudah remuk redam. Han, sudah satu pekan ini aku lembur di kantor, pulang kerja tengah malam dan pukul 7 pagi aku sudah kembali bekerja. “Perjuangan adalah satu  pelaksanaan cita dan rasa, perjuangan adalah pelunasan kesimpulan penghayatan”, begitu kata Rendra dalam “Sajak Peperangan Abimanyu”.

Han, tahukah Kau bahwa aku merindukan-Mu?

Saat aku berlari melunasi kata-kata akankah Kau mengejar dan memelukku? Semakin aku jauh melangkah dan berlari mengejar mimpi, semakin erat dan mesrakah aku dalam peluk-Mu?

Sebuah ucapan penuh hikmah “Ridha nas ghayatun la tudrak”, keridaan seluruh umat adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Begitu jugakah yang Kau rasakan Han? Kenapa tak semua orang merasa bahagia? Juga rida pada satu tujuan? Padahal yang aku tahu, bahagia itu relatif. Setiap orang memiliki konsep kebahagiaan dan itulah hak prerogatif sebagai seorang manusia.

Aku tak lagi peduli pada hal itu, sebab tak mungkin aku menjadi nahkoda pada setiap kereta hati manusia. Aku hanyalah pemasung rambu-rambu yang terpampang di jalanan itu. Entah kemana ia pecutkan kuda itu, tak lagi bisa aku memaksanya lewat jalan mana.

Minggu, 01 September 2013

Bila Aku Terlahir Kembali




Bila Tuhan memberikanku kesempatan untuk terlahir kembali, atau mengulang lagi hidupku, mau jadi apakah aku?

Aku masih akan memilih jalan hidupku yang seperti ini. Jika aku meminta kepada Tuhan untuk menggariskan jalan B karena aku tahu bahwa jalan A yang kulalui sekarang adalah jalan yang salah, bisa jadi Meina yang terlahir kembali nantinya benar-benar tak tahu dengan jalan B nya. Dia hanyalah Meina yang mengikuti takdir hidupnya untuk menjalani B. Meski aku tahu jalan yang aku tempuh ini terkadang berliku dan terjal, bahkan seringkali sedikit melenceng dan tersesat, tapi dari jalan inilah aku dapat menentukan pilihan hidupku. Aku jadi tahu mana yang benar dan mana yang salah hingga aku bisa tahu alasan dalam setiap pilihan hidupku.

Ya Tuhan, aku begitu bersyukur dalam keadaanku sekarang, keluarga yang aku sayangi dan teman-teman yang sangat baik kepadaku. Semoga Engkau membalas setiap helai kebaikan mereka dengan berlipat-lipat kali lebih banyak. Aamiin.