Rabu, 19 September 2012

Fase



Ada kalanya aku merasa sendiri dan tak punya teman, ketika letih ini menerpa, aku hanya butuh teman berbagi.
Dan ketika masing-masing sudah sibuk dengan pilihan hidupnya.
Karena yang aku renungkan adalah:
“Dewasa berarti harus siap untuk kehilangan.”
Satu per satu kawan telah pergi, merantau, mengabdi di pulau terpencil, pergi ke luar negeri, kembali ke kampung halaman, dan aku kini memutuskan untuk kembali menimba ilmu. Aku bertemu dengan kawan baru, dan kawan lama pun telah menemukan kehidupannya yang baru.
Ternyata aku sudah berada di fase hidup yang berbeda.
Aku akan selalu mengingat setiap tetes keringat perjuangan ini, bahkan setiap rintikan air mata. Sebab yang aku tahu, perjuangan tak pernah dilewati dengan taburan bunga. Tak ada kesombongan yang lebih indah dari pada perjuangan meraih cita-cita.
Apalagi yang harus kuingat ketika letih ini hampir mengalahkan semangatku? Tapi ingatlah, bahwa perjuanganmu barulah satu langkah dari ribuan anak tangga.
Untuk kawan-kawanku.
Penggores kenangan 2008-2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar