Kamis, 30 September 2010

Hukum Karma

Pagi itu aku bangun kesiangan, ya efek lembur sampai jam 3 pagi. Aku pun terlambat kuliah 20 menit, beruntung dosen yang sedang mengajar baik hati jadi aku pun tetap diperbolehkan masuk, horaaaayyy. .

Ehm, sebenarnya aku akan menulis tentang masalah hukum karma. Ada yang pernah mendengar istilah itu? Yuhu. . .seseorang yang bertindak pasti akan menuai hasil dari apa yang diperbuat itu. Jika ia melakukan hal yang positif maka ia akan mendapat hal yang positif pula, begitu juga sebaliknya, seperti yang tertuang dalam Al-zalzalah ayat 7-8 yaitu :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.

Mulanya Pak dosen menjelaskan tentang materi yang berhubungan dengan mata kuliah yaitu Evaluasi Pembelajaran, mungkin karena waktu yang sudah selesai, pak dosen sedikit memberikan petuah kepada kami.
Kuliah : “qwkhbiwj fnkdsk joklsjold;jlsanmck,.xnjksl ihwjish anmcl;xzmcmjxklsna cknjlaskd p;asjdolas” ----> berhubung aku lupa jadi tak tulis pake bahasa Yunani.

Kalo gak salah intinya itu membahas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang salah satu faktor penentunya harus disesuaikan dengan kemampuan siswa dan guru, contohnya begini:

Dosen : Saudara (sambil menunjuk seorang mahasiswi) lebih memilih diselingkuhin atau dimadu?
Spontan aku jawab, “Lebih baik selingkuh juga pak, jadi impas…”

Gerrr…….. sebagian teman2 pun tertawa (cuma sebagian lo)

Dosen : jadi kita harus mengukur diri, apakah kita siap menerima segala resiko dari yang kita perbuat. Kalo saya bisa sih, saya maunya punya istri lagi.

Huuuuu huuuuu. . . spontan mahasiswa pada rebut (termasuk aku yang duduk paling depan --- > singgasana mahasiswa telat)

Dosen : Sabar, sabar, maksudnya gini, saya tidak bisa karena saya tidak mampu. Saya tidak mampu berbuat adil, saya tidak mampu menafkahi dan yang paling penting SAYA TIDAK MAMPU MELUKAI HATI ISTRI SAYA.

*Aaaarghhhhhh so sweet pak 

Hal yang paling saya tidak suka yaitu menyakiti hati orang lain, apa lagi hati orang yang saya sayangi. Saya tak kuasa untuk mendua, karena saya tak punya kekuatan untuk menyakiti. Bersyukurlah kamu yang disakiti, karena kamu akan mendapat obat yang jauh lebih baik asal kamu ikhlas dan celakalah dia yang telah menyakiti karena pasti akan mendapat balasan yang jauh lebih kejam, walaupun balasannya bukan dari kamu. Berdoalah, agar dia yang menyakitimu mendapat pengganti yang lebih baik, niscaya kamu yang akan mendapat yang jauh lebih baik. 
 Percayalah karena itu kuasa Tuhan.


Aku pun speechless,
Selamat datang di universitas kehidupan.

Semarang, 30 September 2010
2.16 PM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar