Sabtu, 16 Juni 2012

Selingkuh


Source
“Selingkuh” tentu bukan lagi kata yang asing bagi kita. Namun, sebuah cara pandang yang berbeda terbesit di otakku.
Tiadalah yang lebih berharga dari sepasang kekasih kecuali cinta yang mereka miliki. Apalah jadinya pertalian asmara yang tak dijalin erat oleh cinta di antara keduanya.
Apa yang kau pikirkan ketika orang yang menjadi kekasihmu ternyata lebih mencintai orang lain dari padamu. Dia hanya menganggap dirimu sebagai “formalitas” karena sebuah keterlanjuran. Lalu dia pun (juga) menjalin hubungan dengan orang lain yang dengan tulus ia cintai. Lalu sebenarnya siapakah kekasih sejatinya?
Bisa jadi kau yang jadi selingkuhan hatinya.
Cinta mungkin bisa dibangun atas komitmen dan apakah komitmen itu dapat bertahan tanpa cinta sejati?
Setia adalah ketika kau punya “kesempatan” tapi kau tak menggunakannya.
Kadang menahan rindu adalah tindakan terbijak yang dapat dilakukan untuk sebuah harmonisasi.
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu


(Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono – 1989)

3 komentar:

  1. kenapa hujan bulan juni dibilang tabah min? apa gara2 musim pancaroba? u,u

    BalasHapus
  2. tabah karena seharusnya hujan dapat turun di bulan juni, tapi dia bersabar untuk menunggu sampai masanya. Ia rela menahan rindunya pada pohon dan bunga. Intine seseorang yg tabah lah untuk menyembunyikan rindunya, so sweet sekali bukan? hahahaha

    BalasHapus
  3. iyak bener2.. kesempurnaan manusia salah satunya ketika dia bisa menahan diri seeedalam dalaaammnyaaa...

    BalasHapus