Sabtu, 23 Juni 2012

Someday I Will be The Best for You


Ah, malam ini aku ingin bercerita tentang sebuah perjuangan. Ini namanya perjuangan tjinta, wuih. . .tiba-tiba terlintas saja dibenakku (maklum ini Sabtu malam). Kadang kala kita tak tahu bedanya mana cinta dan mana obsesi. Mencintai memang sebaiknya memiliki, tapi jika terlalu ngebet dan ujung-ujungnya malah jadi ngodor dan menghalalkan segala cara, ini yang nggak boleh ya, hehe

Apa Bedanya Cinta dan Obsesi?
Kalau kamu masih inget, ada novel yang judulnya Cintapuccino (juga disadur menjadi film), kalau nggak salah sih novel itu dulu pernah kubaca waktu kelas X. Novel ini bercerita tentang seorang cewe bernama Rakhmi yang naksir berat sama kakak kelasnya yang bernama Nimo. Setelah puluhan tahun berlalu akhirnya Rakhmi bertemu dengan Nimo tapi Rakhmi sudah punya tunangan yaitu Raka. Saking cintanya Rakhmi pada Nimo, dia rela mutusin pertunangannya dengan Raka. Well, ini cuma novel tapi jujur aku kurang berterima dengan jalan ceritanya. Untuk apa si Rakhmi memilih kembali pada Nimo yang jelas-jelas dulu pernah menyia-nyiakan Rakhmi. Kenapa Rakhmi nggak milih Raka, tunangan yang sudah jelas akan menikah dengannya dan nggak punya sejarah yang buruk di hati Rakhmi? Tapi jawabannya adalah : Jika kau mencintai seseorang maka segala kekuarangannya akan hilang dan segala kelebihannya akan terlihat sempurna. Trust me!
Nyatanya Rakhmi lebih memilih obsesinya pada si Nimo, yah Rakhmi juga mengakui bahwa ini adalah obsesinya. Manusia hidup membutuhkan kepuasan. Jika obsesinya adalah cintanya, apa salahnya? Kekurangannya adalah, jika dia tak mampu merelakan  ketika dia tak meraih obsesinya. Padahal cinta itu tak dapat dipaksakan!
Berkompetisi untuk mendapatkan cinta itu tidaklah buruk, bahkan jadikanlah orang yang kau cintai sebagai semangat hidupmu, apalagi jika kamu tidak punya semangat hidup (itu sih ngenes cyyn, haha). Jika kamu punya saingan, maka jadilah insan yang kompetitif dan sportif karena sainganmu jauh lebih berharga dari sahabatmu.

A Crazy Little Thing Called Love
Yup, film ini sudah lama sekali aku tonton tapi sensasinya luar biasa. Film Thailand ini bercerita tentang seorang anak bernama Nam yang naksir berat sama kakak kelasnya yang bernama Chon. Nam adalah gadis berkulit hitam, bermuka jelek dan sangat tidak menarik. Hal itu sangat berbeda dengan nasib Chon yang dilahirkan sangat tampan, baik, populer, dan jago main sepak bola. Betapa besar cinta Nam hingga akhirnya dia terus berusaha menjadi cewe yang lebih baik dan lebih baik, kemudian dia pun bermetamorfosis, jeng jeng jeng jeng.  

Tapi apa yang terjadi? Nam tetap tak dapat mendapatkan cinta Chon karena sahabat Chon sangat mencintai Nam dan Chon pun tak punya keberanian untuk mencintai Nam. Tapi jodoh memang tak lari kemana, setalah sepuluh tahun, Nam kembali dari Amerika, dia pun bertemu dengan Chon dan akhirnya mereka dapat bersatu deh.

Hikmahnya?
Jatuh cinta itu manis, semanis yang kita tentukan sendiri. Akan sangat indah jika karena cinta kita dapat menjadi insan yang lebih baik. Eits tapi Mencintai seseorang karena Tuhan tentulah yang paing baik. As what I said, I can see my god in your eyes, so I love you.
 
Padahal untuk hanya menjadi good enough itu tidak cukup, yeah you must be the best for his/her until he/she can't choose other person except you!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar